Usai Seleksi CPNS, istri: Sudah berusaha

Iklan Semua Halaman

Usai Seleksi CPNS, istri: Sudah berusaha

Sabtu, 15 Februari 2020

Lagi penasaran, nilai dikit lagi capai target. Seleksi CPNS selesai, istri : Kalah atur waktu

"Puji Tuhan, Kita pe anak lulus"

Teriak seorang ibu, sumringah di depan para pengantar lainnya. Ia bahagia melihat hasil tes CPNS anaknya, capai PG lulus SKD.

Terbawa gembira, ibu itu lompat-lompat sambil menyapu dada, mata terpejam dan bibir komat kamit berdoa. Tak hanya sampai di situ, ibu itu pun ambil hp dari dalam tas, kemudian  tengahkan diri di depan layar tabel nilai, mencoba mengambil gambar. Ibu jadi  lupa, kalo layar itu untuk dilihat banyak orang.

"Ibu. Jang ba pele situ dang. Nda dapa lia torang"

 Bentak salah satu bapak, yang wajahnya terlihat berlawanan, tidak sebahagia ibu itu. Wajahnya memerah, kerut dan layu. Bisa jadi, anak bapak itu tidak capai PG.

"Selamat Bu" dalam hatiku berkata "Masih ada tes lanjutan Bu" pikirku

Usai tes CAT, jika lulus PG akan lanjut tes SKB. Setidaknya, kegembiraan ibu itu membawa sukacita. Betapa bahagianya melihatnya.

Ku lanjut melangkah. Waktu tes sudah selesai. Nilai terpampang. Yang ku pikirkan saat itu hanya satu "Gimana kondisi kesehatan anak dan istriku"

Bukan lagi lulus ato tidak, tapi lebih berat pada keadaan bahwa mereka harus  sehat.

Membayangkan keadaan istri 90 Menit duduk di ruang ber AC. Penuh ketelitian dan menguras energi pikiran, dengan kondisi hamil seperti itu, sejujurnya terasa tak tega. Syukur mereka sanggup.

Tapi lumayan lah. Nilainya meningkat dibanding tes awal. Sekarang, TWK 80, TIU 70, TKP 121 (Hebat)

 "Dikit lagi" kata istriku "kala mengelola waktu"

"Lumayan hebat. Ada kesempatan yang lain. Tambah-tambah pengalaman" ucapku menenangkan.

 Walau tidak capai PG, sebagai suami, harus bahagia. Istri mampu mengikuti seleksi sampai selesai. Dan puji Tuhan, selesai tanpa terhalang sakit atau musibah fisik (Tuhan terima kasih).

Kami akhirnya pulang dengan wajah sukacita. Dan kembali menata rencana.

"Saatnya kita fokus pada dia yang ada di dalam situ" Tunjukku dengan jari "Dia lah masa depan kita berdua"

Sambil memegang perut, istri tersenyum.

(Seleksi Selesai)