Janji Suami : Persalinan nanti, aku di sisi

Iklan Semua Halaman

Janji Suami : Persalinan nanti, aku di sisi

Minggu, 23 Februari 2020
Tangkapan foto dari udara, perjalanan Manado-Talaud

Cek ke sekian kalinya. Puji Tuhan, lilitan tali pusar sudah lepas dari leher gadis manisku di dalam sana.

Pasti, ia yang ada di dalam sana suda legah. Seperti perasaan orang tuanya, ikut legah melihat dan mendengar kabar baiknya. "Sudah tak ada lagi lilitan" Ucap dokter usai melihat layar monitor.

Nah. Tinggal posisinya. Masih berusaha dan berdoa. Kedepanya semua  bisa normal dan lancar.

Namum, yang membebankan pikiran adalah pendampingan lanjutan. Menunggu waktu kelahiran.

Semoga saja, hitung2an pikiran manusia bisa singkron dengan waktu yang dirancang Tuhan.

"Kapan lahiran dok ?"

"Bisa awal dan tengah maret" kata dokter

Jariku menghitung "Sekitar 2 minggu lagi"

Kepala rasanya mau pecah.

Berpikir harus balik tempat tugas, sedangkan Istri seolah tak relah ditinggal pergi.

Ia sangat berharp. Suaminya ada di sisi, saat ia akan persalinan nanti.

"Sayang. Jangan risau. Pergiku tak lama. Jika Tuhan kehendaki, persalinanmu, aku di sisi" Janjiku.

Air mataku menetes. Semoga Tuhan sanggupkan janjiku kepadanya.

Minggu depan harus balik tempat tugas. Tuhan lancarkan.