30 Tahun, Kontrak Hidup dengan Tuhan di perpanjang

Iklan Semua Halaman

30 Tahun, Kontrak Hidup dengan Tuhan di perpanjang

Senin, 09 Desember 2019
Menginjak usia ke- 30

Bersyukur kepada Tuhan. Itu hal pertama yang harus tumbuh dalam hati setiap kali usiaku bertambah. Hingga sampai diangka 30, betapa Tuhan sungguh baik. Ia masih beri kehidupan. Kontrak Hidupku kembali diperpanjang.

Tentu, ada hal yang masih diperkenanNya. Ada makna dibalik kehidupan yang diberikan olehNya. Menjadi manusia yang lebih baik adalah doa.  Semakin hari bisa bijak dan lebih dewasa. Sebagaimana doa orang tua,  saat lahirku tiba, mereka yakin akan harapan dan cita-cita anaknya. Tumbuh sehat dan selalu selamat dalam menjalani kehidupan dihari depan. Itu sebabnya, orang tua begitu ketat, keras melindungi dan mendidik agar anaknya mandiri jauh dari bahaya.

9 Desember 1989, itu waktu pertama kali ku hirup langsung udara ciptaan Tuhan. Kontrak hidup dengan Tuhan pun dimulai. Kata ibu, aku sosok bayi pendiam. Sifat itu, jadi balik bertentangan ketika umur masuk usia sekolah TK. 

Ibu bercerita, sejak usia TK nakal mulai terlihat. Aktif dan bikin jengkel. Banyak larangan tapi kupingku seolah tidak berfungsi mendengarnya. Semua nasihat orang tua untuk keselamatan. Mereka berusaha mengawasi jangan sampai celaka setiap kali bermain diarea bahaya. Makanya, orang tua sangat marah jika "pontar" tanpa ijin mereka. Mereka takut anak mereka bermain tanpa pengawasan. Kekuatiran mereka memang terjadi. Tak sekali masa kecilku melewati musibah. Dari musibah sederhana sampai melewati  celaka yang hampir mencabut nyawa. 

Beberapa kali kepalaku terbentur karena bemain ayunan. Lompat dari mobil yang sedang berjalan. Pernah ditabrak motor sampai rusuk kanan "kokor". Jatuh disepeda, nyaris hanyut dihantar air sungai. Telapak kaki tertusuk paku karat, minum minyak tanah karena kehausan, di gigit anjing, jatuh dari pohon, dan pernah sakit malaria sampai nyaris hilang nyawa. Musibah itu masih di usia sekolah minggu. Lain lagi ketika masuk usia remaja.

Usia remaja semakin luas ruang lingkup pergaulannya.Bukannya tobat, Orang tua malah semakin kewalahan menjaga. Makin liar. Sehingga di usia ini, cemetik aktif dan sering menari di area betisku karena nakal hebat. Bermain di pantai sampai nyaris tenggelam dihantam ombak, ugal-ugalan di motor, mulai jarang pulang rumah karena asik bermain denga teman. Pernah ibu ambil semua bajuku, diusir. Ia sangat marah, karena kuatir  keluyuran tanpa ijin. Seiring waktu, usia memasuki Pemuda. 

Usia pemuda tambah besar lagi tantangannya. Orang tua mulai terbatas mengawasi. Pengaruh lingkungan semakin kuat dan luas. Tak sedikit musibah difase hidup  ini. 

Belum lagi ketika menginjak bangku kuliah, wah semakin besar tantangan. Orang tua sepenuhnya melepas. Di usia ini, jika Tuhan memang tak lagi berkenan, banyak hal yang dilakukan merugikan diri sendiri, membahayakan diri sendiri. Tapi, lagi-lagi Tuhan masih berkenan. 

Setiap usia bertambah, ku yakin, Tuhan masih menandatangani kontrak kehidupan. Hidup pun  berlanjut. Masih diberi kesempatan.

Tentu, Tuhan punya rencana jika Ia masih beri kesempatan. 

Bersyukur, dibalik selamat yang Tuhan berikan, Tuhan beri kesempatan  selesai kuliah  S1 di Universitas Negeri manado (2011), menikah dan peroleh anak (2010,2011), Kontrak kerjas Sebagai Guru SM3T di NTT, Manggarai Timur (2011-2012), Mendapat Beasiswa PPG di Universitas Negeri Jakarta (2013-2014), Menjadi Guru SLB, asisten dosen FIP UNIMA (2014-2015), Diangkat Sebagai Kepala Sekolah SMK Nusantara Manado (2015-2017),  Sebagai Pegawai Negeri Sipil, Guru Bimbingan dan Konseling (2017-Sekarang).

Samakin umur bertambah, usia kita semakin dekat dengan Tuhan. yah. Dekat dengan Tuhan memang soal melayani pekerjaan Tuhan, tapi dari sisi usia, kita memang sedang mendekati kesudahan. "Isilah hidup ini penuh makna selagi masih dikontrak olehNya"

Kalo hari ini aku masih hidup, itu semua karena anugerahNya. Seperti lirik lagu yang sering kita dengar "hidup ini adalah kesempatan" 

Jangan sia-siakan apa yang Tuhan beri. Jika Tuhan perpanjang kontrak kehidupan, artinya ada hal yang harus dilakukan untuk kemuliaanNya. 

30 Tahun usiaku. Ku nikmati rancanganNya.

 "Ku sambut berkatNya"