Rahasia semangat gandaku

Iklan Semua Halaman

Rahasia semangat gandaku

Jumat, 22 November 2019
Papa dan Mama (Daniel Repi dan Meike Supit) foto : 21 Agustus 2010

Kala semangat layu, ditekan persoalan, jalan serasa buntu, dua hal yang ku lakukan: berdoa dan melihat foto orang tua.

Berdoa kepada Tuhan agar diberi ketenangan, dan melihat foto orang tua agar kembali bersemangat.

Orang tuaku adalah bukti hidup. Praktek hidup mereka cerminkan semangat setiap kali berjuang melawan "kesusahan".

Saatku kecil dulu, makan pernah "beras milu". Jagung yang dicampur beras itu solusi bagi keluarga kami jika kebutuhan dasar sedang memburuk. Asal kenyang, itu sudah cukup. Bahkan, pernah lebih buruk "Makan secukupnya, agar yang lain kebagian". Harus berbagi agar hidup.

Hidup berlanjut. Orang tua kerja banting tulang agar bisa makan. Itu yang ku lihat. "Ternyata hidup itu hanya sebatas kerja dan cari makan"

Namun, seiring waktu, otak masa kecilku keliru menilai mereka. "Mereka tak hanya kerja cari makan" Pikiranku mulai mengungkap kenyataan. "Bapak dan Ibu kerja keras karena sesuatu yang lebih besar"

Diam-diam mereka menyisip harapan. Curahan keringat mereka menetes deras menyuburkan kerinduan. Rindu agar anak-anaknya bisa sekolah dan sukses nantinya.

"Kemiskinan ini cukup sampai digaris rumah tangga kita saja" celetuk ibu kepada ayah, saat ku dengar diam-diam dibalik pintu rumah bambu yang nyaris ditelan gelap karena tidak punya penerang layak. Lentera itu tak sanggup mengungkap keberadaanku kala itu. Mereka tidak tahu. "Bu, maaf. Malam itu aku mendengar semuanya"

Ada alasan mereka tegar. Ada harapan setiap kali mencangkul kebun orang, dan menanam serba kebutuhan. Baik menanam kebutuhan untuk makan, dan menanam sesuatu agar di jual hasilnya.

Hasil kerja keras mereka memang bawa perubahan. Sejatinya, bukan perubahan dalam wujud rupa harta, tapi lebih pada investasi masa depan anak-anaknya. Doa mereka selalu sama siang dan malam "Ya Tuhan, Beri masa depan baik bagi anak-anak kami"

Dari mereka ku belajar. Semangat mereka tertumpu pada satu harapan "Anak-anak harus punya masa depan"

Itulah alasan, setiap kali melihat foro orang tua di saat jauh dari mereka, serasa energi datang berganda-ganda.

Tuhan kiranya menggandakan semangat kita semua.