Proposal Doaku di Acc Tuhan

Iklan Semua Halaman

Proposal Doaku di Acc Tuhan

Sabtu, 23 November 2019
Perjalanan Pulang Talaud - Manado di atas kapal Barcelona Dua

Setiap pagi, ku kirim "proposal doa" ke meja Ilahi. Isinya banyak sekali kebutuhan dan harapan.

Namun, Tuhan sungguh lebih tahu mana yang lebih prioritas. Dan mana kebutuhan yang memang mendesak,  serta mana yang patut di acc segera.
Seperti halnya kemarin, dadakan dapat telpon harus balik Manado. Ada hal yang tidak bisa diwakilkan dan tidak bisa ditunda waktunya (soal akad rumah yang beresiko dicabut subsidinya).  

Menanggapi panggilan itu, harus melewati dua masalah.  

Pertama, sebagai bawahan,  harus ijin Kepala Sekolah. Ini masalah yang terbilang cukup serius. Sebabnya, ini menjadi ijin yang kesekian kalinya. Dan beliau pernah menegur soal ijin meningalkan tugas. 

Kedua, butuh dana lebih agar bisa berangkat manado. Sedangkan uang di saku tinggal 200 ribu. Uang tiket kapal Talaud - Manado pun tak cukup. Harga tiket kapal 240 ribu. Gantung 40ribu. Belum lagi buat makan, transportasi darat, uang pegangan pribadi dan untuk diberikan kepada istri yang sedang hamil enam bulan.  Pokoknya, kepala sakit memikirkan semuanya. 

Sewaktu masih di tempat tugas, tidak lain yang ku lakukan ketika merespon masalah di atas, hanya doa. Doa pagi selalu dilayangkan. Dan isi doa serupa proposal kepada Tuhan agar  Ia segera mengabulkanNya. 

Hari semakin mendekati tanggal penentuan. Tanggal kepulangan. Lewat dari tanggal yang sudah ditentukan, artinya hangus. Batal memenuhi panggilan.

Sehari sebelum tanggal pulang, Tuhan menjawab proposal doa. Ia cicil pelan-pelan isi doa yang saya rinci secara penuh permohonan.

Permohonan dalam isi proposal doa,  salah satunya menjawab masalah pertama "Tuhan kiranya menggerakkan hati pimpinan sekolah agar ia mengiakan ijinku" 

Untuk tahu jawaban doa itu,  harus berani diri menghadap pimpinan. Dan meminta ijin. Dan ini ijin yang sudah kesekian kalinya. Memang hanya Tuhan yang bisa menggerakkan hati beliau.

Luar biasa. Diluar dugaan, ijin yang ku sampaikan langsung ditanggapi secara lembut dan baik. Malah, beliau pun meminta maaf atas ungkapannya yang pernah menegur secara keras (beliau memang pernah marah hebat karena  ijin tugas terlalu lama). Entah, hati beliau tiba-tiba lembut bak salju. Di ruang kerjanya, Ia tak tampak seperti atasanku. Ia berubah wujud menjadi seperti Ayah kandungku. 

Ketika ku buka semua masalah yang sedang dihadapi, beliau, pimpinanku menasihati  seperti Ayah kepada anak. Alhasil, betapa ikhlas beliau mengijinkan  untuk pulang.

 Ajaib. Tuhan menjawab doaku.  Masih ada doa lainnya yang harus ku buktikan jawabannya. Doa soal keuangan. "Dengan cara apa Tuhan menjawabnya?" 

Masalah pertama, sudah nyata. Tuhan menjawab doaku.  Tuhan telah melembutlan hati pimpinanku. (Tuhan berkati dan sehatkan beliau) mencari jawaban doa kedua di hari itu, semudah doa pertama. Hari itu juga, Tuhan kabulkan. Kesulitan keuangan,  Tuhan membuka jalan.

 Saat ku jalan menuju ruangan tata usaha seusai dari ruang kepala sekolah, semacam ada dorang dalam hati untuk berbicara dengan kepala Tata usaha. 

Kepala tatat usaha sekolah adalah seorang ibu. Beliau senior dalam tugasnya. Lagi-lagi Tuhan beracara lewat orang lain. Ketika ku coba sampaikan ke telinga beliau soal masalah yang sedang dihadapi, hati kepala tata usaha itu tergerak, dan diwaktu itu juga, ia lantas memberi solusi. Ia ajak ke rumah. Bertemu dengan suaminya. Dan tanpa berkata banyak. Diberikan mereka uang dua juta. Sebagai pinjaman tanpa bunga. 

Dua masalah penting sudah dijawab Tuhan. Artinya, proposal doa yang ku layangkan telah diAcc-Nya. 

Betapa Tuhan sungguh baik. KebaikanNya pun  nyata selama perjalanan pulang dari Talaud  menuju manado.  Biasanya, kondisi laut di bulan seperti ini sangat kritis. Berombak dan berangin. Namun, ajaibnya, sewaktu pulang ku alami perjalanan laut teduh tenang. Serupa kapal sedang berjalan di atas minyak. Perjalanan kapal Barcelona dua lancar dan tiba lebih cepat dari biasanya. 

Jam setengah empat pagi. Tiba pelabuhan  manado. Disambut cuaca segar dan bersih. Tuhan sungguh merestui kepulangan ini. 

Setiba di rumah, berganda-ganda cerianya. Hati senang disambut istri yang perutnya semakin bulat. Ku peluk dia, ku cium keningnya. Ku ules perutnya dan ku berbisik dengan rahimnya "hai anakku yang ada di dalam sana, ayah pulang". 

Kepulauanganku disambut sukacita oleh Istri dan anak di rumah. Baik anak yang masih dalam kandungan, maupun anak perempuanku yang sudah berumur jalan sembilan tahun. 

Pagi itu juga, ku antar anak perempuanku kesekolah. Sambil menikmati rindu yang terlampau dalam bersamanya di atas motor. Berboncengan dengannya. Dan selama perjalanan, ku sisip nasehat ditelinganya "Nak, rajin belajar neh" 

"Iya pa" jawabnya lembut. 

Senang mendengarnya. Sesenang melihat isi email yang masuk ketika hp ku berbunyi. Setiba di rumah dari antar anak ke sekolah, ku buka isi email itu. Isinya mengejutkan. 
"Google AdSense: Periksa pembayaran terbaru Anda" Demikian judul emailnya.

Sudah ada Google Payments. Kepala langsung menatap ke atas. Bersyukur kepada Tuhan, google sudah membayar hasil kerja sama ku dengan mereka. Uang sudah masuk rekening. Jumlahnya lumayan cukup membayar hutang, beli susu istri dan uang saku dan tiket untuk balik lagi ke tempat tugas. (Apa itu Google AdSense? Nanti akan ku ulas di artikel selanjutnya. Sederhananya, hasil google adsense datang dari nilai klik Anda. Ketika iklan muncul disetiap halaman blog ini, uang datang dari iklan itu. Terima kasih khusus untuk kalian yang mengunjungi blog ini. Dan sudah mengklik iklan di blog ini) 

"Puji Tujan" ku bersyukur. Tuhan memang tak pernah terlambat menjawab doa. Dia selalu tepat memberi berkat. Sesuai waktuNya. Teruslah berdoa. Dan jangan segan-segan melayangkan proposal doa ke meja kerjaNya. 

Tuhan ada untuk kita. 

***