Sayang, Hari ini Sembilan Tahun Pernikahan Kita

Iklan Semua Halaman

Sayang, Hari ini Sembilan Tahun Pernikahan Kita

Selasa, 20 Agustus 2019
Pernikahan Tian dan Fhe di Talawaan, 21 Agustus 2010


"Sembilan Tahun lalu, ku ketuk pintu rumahmu dan berkata "Mau kah kau menjadi Istriku?"

Sembilan tahun lalu, ku ajak rombongan keluargaku. Mengetuk pintu rumahmu. Kau pun buka pintu, bersama keluarga orangtuamu.

Maksudku memintamu untuk resmi menjadi istriku. Kau menerimaku.

Kau terima aku apa adanya. Kurus, tak bermodal dan tak punya kerja pasti. Kala itu, aku pria tak mapan.

Namun, entah keyakinan apa yang membuatmu percaya, bahwa aku pria yang tepat bagimu. Apa karena doa? Atau memang hanya karena dorongan cinta buta?

Ku tahu. Kau pilih aku karena cinta. Dan dari cinta, kita berdoa bersama.

Berdoa agar Tuhan merestui cinta kita. Cinta kokoh, hingga nanti maut saja yang dapat memisahkannya.

***

21 Agustus 2019. Sembilan tahun sudah, kita bersama. Merajut cinta hingga kini, akan beranak dua.

Sekarang kau masih setia bersama. Sejak ku belum punya apa-apa, hingga kini sudah mampu memberimu jaminan masa tua.

Semoga, cinta kita berdua terus mekar. Semekar mawar yang pernah kita genggam bersama di gedung suci, tempat kita telah bersumpah dan janji.

Sumpah kepada Tuhan. Janji kepada Gereja, pemerintah, orang tua, masyarakat dan terlebih diri kita sendiri. Bahwa, kita akan hidup semati. Menjadi keluarga suci dan mandiri.

(21 Agustus 2010-2019) Tuhan berkati 9 Tahun rumah tangga Keluarga Repi-Luntungan.