Kisah Haru Pria Lajang Berjenggot Keris

Iklan Semua Halaman

Kisah Haru Pria Lajang Berjenggot Keris

Jumat, 30 Agustus 2019
Pok Pok Lokon Romantis

Meksi Audy Rolly Surentu, S.Pd, Gr. Pria bujang asal Tomohon nan tinggal merantau di tanah sumba, Nusa Tenggara Timur. Sebagai Guru sekolah Luar biasa itu, Meksi (sapaan akrab) kini menginjak usia mendekati kepala 40 Tahun, jumat, 29 Agustus 2019 (Sesuai pemberitahuan Facebook) berulang Tahun.

Angka Usianya terbilang gendut, tapi relasinya banyak berumur "langsing". Temannya beragam. Ia akrab dengan siapa saja. Apa lagi dengan kaum millennial, ia dijuluki kakak Pok Pok Lokon Romantis akun facebook sebagai bukti rekam digital, bahwa ia adalah pujangga.

Catatan hatinya dikemas berupa rangkaian kata indah dan manis. Meski isinya lebih banya pilu menanti dan ditinggal kekasih. Ia menulis sesuka hati. Dinding Facebook dibanjiri komentar dukungan, haru, namun ada juga yang nyeleneh.

Sebagai temannya yang pernah setahun bersama di NTT, aku pun salah satu pemberi komentar nyeleneh di kotak komentar fbnya. Alasanya bukan agar ia jatuh pamornya, malah sebagai bumbu nostalgia semata. Mengingatkan bahwa ia adalah sesungguhnya pria terluka oleh cinta. Komentar antagonis dilayangkan agar ia kembali menjadi pria tegar.

"Ingat umur om, jangan terlalu alay. Patah hati jangan dipelihara hingga kini" komentarku setiap kali ia menangis dengan kata-katanya di facebook.

Sedih. Benar memang sedih. Jika ku pun menjadi dirinya, pasti akan sama rasanya. Sedikit ku cerita kisah cintanya.

***

Cinta Meksi kuat. Berprinsip kala itu. Banyak dugaan, gosip negatif tentang orang yang ia sayang, namun Meksi kokoh tak menanggapi serius. Ia percaya penuh cintanya. Hampir2 ditonjoknya jika berlebihan miringkan cerita curiga kepada pacarnya.

Bukti cintanya bukan sentuhan daging atau harta, tapi lebih investasi komunikasi.

Hanya komunikasi yang ia jaga. Waktu itu, ia sanggup menjaga hubungan jarak jauh. Hubungan luar negeri. Bertahun2 melepas rindu lewat hp, Meksi berhasil merebut jiwa dan berhasil mendapatkan raga wanita pujaannya.

Melewati waktu lama, akhirya Meksi berwajah gembira. Bak bunga jam 9 pagi. Mekar setiap kali tersiram matahari. "Bro, Aku bakal ketemu dia" teriak Meksi tak sabaran didepan wajahku. Bertahun2 menanti akhirnya bakal bertemu pacarnya.

Rambutnya yang kriting kering, dibuatnya lurus dan halus. Meksi catok rambut. "Keren bro, rambutmu ternyata sudah panjang yah" pujiku sembari kaget.

Meksi sebenarnya tidak terlihat perkasa, tapi lebih persis LGBT. Apa lagi, ia hobi pakai bedak. Ditunjang bibir tipisnya yang seksi. Beruntung, ada jenggotnya yang terurai bak keris. Orang akan cepat beralih sangka. Meksi memang seorang lelaki.

Pertemuan Meksi dan wanita putih cantik itu meninggalkan cerita penuh hasrat. Rasa kangen mereka tak terbendung. Gairah mereka pecah di suatu tempat. Tenggelam dalam simfoni. Meksi lupa diri.

Karena cinta, Meksi ketinggalan pesawat. Meksi nyaris tidak balik bertugas. Ia hanyut oleh pelukan. Pelukan yang bertahun2 tak ia rasakan. Meksi harusnya sudah balik bertugas. Namun, ia rela beli tiket baru (Meski ujungnya pinjam uang teman)

Dengan tegar, Meksi kembali pamitan dengan kekasihnya. Sayangnya, hasrat yang terlampau cepat, Meksi lupa menanam komitmen. Ia hanya menitip pesan sederhana "Tungguh aku balik, sayang" ucap Meksi.

Namun takdir berkata lain. Meksi dibakar amarah. Baru beberapa hari terpisah, ada kabar tak baik menyerang kuping dan menusuk dada pria berjenggot keris itu.

Rambutnya yang dicatok lurus dan halus cepat sekali berubah bak sapu ijuk yang baru memukul busa.

Meksi kecewa kepada wanita pujaannya. (Maaf tak ku teruskan takut Merusak sukacitanya di haris spesial ini)

***

Kini di tahun yang baru. 2019 ini. Ku lihat Meksi semakin gagah. Ia terlihat sangat mapan. Apa lagi, dikabarkan, Meksi dapat tugas tambahan sebagai bendahara sekolah.

Namun, ada satu hal yang ku sesalkan. Meksi sekarang susah ditelpon. Ia bukan menghindar sebagai teman, nyata ia masih saling berkomentar di akun Facebook. Ia hanya membatasi komunikasi lewat hp. Setiap ku telpon Meksi tak pernah angkat. Kalo pun ceting pribadi, beruntung ia membalas. Ia kini lebih senang berkomunikasi lewat komentar secara terbuka. Ceting pribadi ia seraya menolak.

"Apa karena aku pernah meminjam uang padanya hingga sampai sekarang ia membatasi komunikasi pribadi?" Pikirku.

***

Selamat Ulang Tahun Meksi.