MANCING MENGGUNAKAN UMPAN KODOK PLASTIK

Iklan Semua Halaman

MANCING MENGGUNAKAN UMPAN KODOK PLASTIK

Kamis, 06 Juni 2019

Mancing Ikan Gabus di Desa Talawaan bersama teman Komunitas Ultraman Manado

“Terjatuh, kehujanan, goreng pisang, ngopi, cicip mangga asin dan teriak-teriak karena strike ; ternyata, mancing bukan melulu soal berambisi dapat sambaran ikan, namun ada yang lebih dari itu jika harus mancing bareng teman. Mancing adalah keterhubungan antara alam dan persahabatan; mancing it’s fun”

Mancing, tak melulu soal ambisi mencari ikan untuk dimakan, di sana ada tantangan, kegembiraan dan tentunya pupuk persahabatan. Mancing adalah keterhubungan antara alam dan teman, mancing it’s fun. Seperti itu lah pengalaman kami saat mancing ikan gabus di Desa Talawaan.

Begini ceritanya. Hari itu, kami tidak sengaja janjian. 

Komunitas yang telah terbagun hingga  sekarang, memetik manfaat. Ruang itu sungguh membangun hubungan bukan hanya soal bagaimana mendapat wawasan, tapi kami saling terhubung layaknya keluarga.  Ada canda, sukacita dan dorongan positif. Komunitas Ultraman sungguh “Up Mood Booster” para anggotanya diajak berprilaku produktif dan positif. Kami berempat bagian dari Ultraman Manado (Ultralight angler). Komunitas mancing di Manado.

Kala itu, kami berempat. Saya, Rizky, Rizal dan Rozy, bertemu di tanggal merah. Tanggal itu membebaskan kami dari waktu kerja wajib. Mood mancing kami tumbuh pesat. Setelah saya lempar ide untuk mancing di Desa Talawaan, mereka respon.

Kami bertemu di titik tunggu tepat di tempat tinggal saya. Desa Talawaan, lorong teyapu. Rumah orang tua dari istri saya.
Desa yang kaya buah-buahan dan memiliki satu tempat wisata yang dikenal banyak orang di Sulawesi utara, air terjun tunan, tidak akan jauh kami lewati menuju spot mancing nantinya.

Perjalanan kami menuju spot sungguh menarik indera penglihatan dan pendengaran. Selain menikmati hijaunya daun padi, ada juga kolam-kolam ikan terbentang siap dilempari peranti mancing. Ada pun percikan air yang jatuh dari bambu dan disinari cahaya matahari. Indah. Sayangnya, kami sekedar lewat saja. Target ikan kami, berada jauh dari pemandangan indah itu. Target ikan kami berada ditempat “horror”, sepi dan semakin tempatnya tidak terawat, kata para suhu, itu tempat yang baik.

Ikan gabus adalah sasaran. Lokasi berbecek, kolam tak dirawat, diyakini lebih potensial dihuni ikan gabus disanding kolam-kolam bersih dan terawat.
Bisa saja, ikan gabus di area kolam ikan desa talawaan cukup ganas dan lapar. Apa mungkin, karena jarang dipanen orang ?

Saya tidak terlalu tahu soal keberadaan ikan gabus di desa talawaan. Ini pengalaman pertama saya mancing ikan gabus.

Beruntung, saya bersama para pakarnya. Pakar mancing ikan gabus. Rizky dan Rizal, dari mereka saya belajar. Ikan gabus ternyata makan kodok palsu.
Umpan yang kami gunakan untuk menangkap ikan gabus, kami pakai imitasinya kodok. Plastik yang menyerupai kodok dan disisip dengan kail gede. Pasti seru.

Seseru perjalanan kami masuk diarea mancing milik pak Yulian. Akses ke situ, berbecek. Kendaraan Rozi dan Rizal sempat insiden. Mereka terjatuh ringan di lubang berair bak coklat ovaltine.

Tapi, mereka tak mengeluh. Malah tertawa terbahak-bahak seolah mereka pun menginginkannya. Menyenangkan.

Tak kalah menyenangkan, setiba di saung pak Yulian. Kami disambut gembira oleh tuan rumah.

Tuan rumah sangat merestui kami untuk mengeksplor seluruh petak kolam ikannya. Semua ikan gabus boleh di ambil. Itu tawaran sekaligus tantangan bagi kami.

Tantangan itu semakin menjadi-jadi. Semangat kami hampir dipudarkan oleh kondisi alam saat itu. Hujan deras. Pohon, tanah dan saung pak Yulian menguyup. Namun, kami tak urung mancing. Kami yakin. Hujan pasti reda. Kami menunggu.

Sambil menunggu angin meniup gumpalan awan jauh dari area mancing, pisang goreng ternyata diam-diam telah disediakan pak Yulian. Makin sempurna rasanya ketika ada kopi terhidang hangat di depan mata. Menu pencuci mulut pun spertinya tersedia juga. Ada mangga di meja. Rizky tak segan mencicip. Wajahnya yang ganteng mendadak rusak karena kaget dengan rasa asin yang menggit lida.  Ada juga Rizal yang asik main gitar, ia terlihat berbakat memetik gitar, tapi sangat tidak berbakat menyimpan gelisah dalam jiwa. Bahasa tubuhnya tak dapat membohongi hatinya yang sebenarnya sudah tidak sabar agar hujan segeralah reda dan macing pun bisa diteruskan.

Hujan redah. Ini yang ditunggu. Segala perlengkapan sudah siap dirakit. Semua langsung berhamburan mencari tempatnya masing-masing. Sialnya, baru sekitar 5 menit mancing, hujan turun lagi. Kami menyerah. Dan akhirnya kembali bersatu di tempat yang sama. Saung pak Yulian.

Rizal semakin gelisah. Ia napak sangat tidak sabaran. Apa lagi, hari semakin sore. Tak tahan, Rizal mencari kunci motor, kami geleng kepala sembari badan membeku. Kami pun bertanya2 dalam diam “Untuk Apa kunci motornya ?” Petanyaan itu ternyata membawa tawa yang melilit perut dan nyaris memuntahkan semua yang kami makan. Rizal rupanya mengalami kepikunan ringan. Seusai ia dapat kunci motornya yang terselip dalam celananya, boro-boro Rizal langsung berlari keluar saung, walau sebenarnya masih hujan. Ternyata, rencana Rizal sangatlah tangguh. Tapi tidak setangguh daya ingatnya. Sayang, mantel hujan yang rencananya akan dipakai, berada dimotor. Yang ia pikir, motornya terparkir bersama motor kami. Dia ternyata lupa, motornya ditingal di rumah istri saya. Rizal lupa kalo ia hanya boncengan dengan Rozy  saat ke lokasi mancing.

Kami tertawa. Rizal kecewa, malu dan kebingunan setengah mati. Hasrat ingin mancing itu sebabnya. Rizal sangat tak mau diam dan menyerah pada keadaan. Dan, akhirnya jiwa pantang menyerahnya berbuah manis. Rizal berhasil mendapat jas hujan milik pak Yulian. Persis keberhasilanya juga menghantar kami ke istana ikan gabus. Tempat yang Rizal temui jadi kunci episode mancing kami. Temuan lokasi Rizal memberi tontonan dan tarikan-tarikan ikana gabus yang sangat memikat. Lengkap lah keseruan kami, mancing Ikan Gabus di Desa Talawaan menggunakan Kodok Plastik terbukti memang manjur. Saya jadi tahu. 

Terima kasih teman-teman komunitas Ultraman Manado.
Salam Satu hobi. “Mari jo Mangael”

Ket : Khusus untuk sahabat 3R  (Rizal, Rizky dan Rozy) jika ada cerita yang luput dari ingatan saya, bole lah melengkapinya di kolom komentar. Hehehe.

-Heski Hendom

Tonton Video Cerita Lengkapnya di bawah ini :





***

Berikut ini macam-macam umpan palsu untuk casting gabus.

1. Jump Frog
Jump Frog disingkat JF. Adalah satu dari beragam umpan mainan/palsu buat casting gabus. Terbuat dari kayu dan plastik. 

Jump Frog diartikan “kodok loncat”. action JF baiknya dibuat meloncat-loncat di permukaan air sehingga gelombang di air yang dapat muncul dan  menarik perhatian gabus. Jump frog pada umumnya terdiri dari Body, Double Hook, Skirt (rumbai karet) dan penutup hook.

Keunggulan menggunakan Jump Frog
Salah satu kelebihan yang dimiliki jump frog adalah efek loncat-loncat yang mungkin tidak bisa ditemukan pada jenis lure lain. Bagi Anda yang suka kagetan dengan sambaran gabus, juga cocok menggunakan jump frog ini. Gabus yang menyambar umpan, bisa langsung ditarik, dan lebih mudah strike/hook up tersangkut di hook.

Kekurangan memakai JF untuk umpan casting
Menggunakan jump frog untuk casting tidak bisa sembarang jenis spot apalagi spot yang banyak sangkutan rerumputan dan ranting kayu. Hal ini karena hooknya yang rentan mudah terbuka walaupun sudah ada “penutup”. Memang banyak bahan yang dapat dipakai untuk digunakan penutup double hook pada JF ini, misalnya kawat sling, seperti gambar diatas menggunakan nilon ukuran besar. Jika kita ingin JF tidak mudah tersangkut bisa menggunakan slang kecil sebagai penutupnya. Namun akibatnya adalah saat gabus menyambar umpan, penutup sulit terbuka dan kemungkinan bisa mocel.

Jadi kesimpulannya Jump frog cocok digunakan di area yang terbuka dan sedikit ranting ataupun rerumputan.

2. Mini Popper
Mungkin kita sering mendengar istillah popping, yaitu teknik mancing casting menggunakan popper. Popper merupakan sejenis umpan palsu permukaan air. Bisakah popper digunakan untuk mancing gabus? Tentu saja bisa namun sama halnya dengan JF, area yang dicasting harus area terbuka karena sangat mudah tersangkut. So, casting gabus memakai mini popper dianjurkan di area kolam yang bersih dari rumput dan ranting. Dijamin jika gabus menyambar 99 persen  setreek. Lihat trible hooknya saja ada 2 buah masing-masing 3 mata, hehehe.

3. Soft Frog
Soft frog merupakan jenis lure yang paling populer dan paling banyak digunakan oleh pemburu snakehead. Tentu saja dengan keunggulannya bisa melewati rintangan rerumputan dan ranting kayu menjadikan SF sebagai idola para castinger gabus. Pembahasan mengenai Soft frog banyak admin tuliskan dalam beberapa artikel di blog ini, silakan dicari sendiri ya….

4. Kicker Frog
Kicker frog terbuat dari bahan karet/lateks murni. Actionnya cukup unik seperti namanya Kicker frog yang diterjemahkan Kodok Penendang. Kakinya nendang-nendang dan menimbulkan percikan. Cocok ditargetkan untuk gabus berukuran besar atau ikan toman. Harganya agak sedikit mahal dibanding JF dan SF. (Sumber: langgengpancing)