Flexslider


Libur Asik dengan "Laptop Asus"

"Dari main game pake Laptop Asus dan bonceng pake sepada bersama orang yang ngakunya ASUS ZenBook S UX391UA"

***

Mendengar kata libur, ibarat jiwa termandikan kesejukan. Jika kita adalah seorang pelajar, Libur artinya, bebas dari masuk sekolah. Dan libur, berarti bebas dari iklim kerja, jika kita adalah seorang pekerja profesional.

Guru, itu pekerjaanku. Jadi, mendengar kata libur, langsung terlintas dalam pikiranku "ini suatu pemberian waktu tuk terlepas dari yang namanya rutinitas wajib yang dipenuhi dengan aturan baku." Apa lagi, sebagai pegawai negeri, mendengar kata libur, berarti kesempatan emas buatku, beraktifitas bebas tanpa dibungkus pengawasan instansi. 

Sebagai Guru pegawai negeri di instansi SMP Negeri 2 Lirung daerah perbatasa, kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara, butuh 24 Jam perjalanan laut, dari Manado ke Talaud. Berada di sana harus siap memberi diri dan melepas kebiasaan mengikuti yang namanya perkembangan dan kecanggihan teknologi. Di tempat itu, krisis internet, lisntrik kurang stabil, sulit mengikuti perkembangan informasi, dan panasnya minta ampun. Disana,  benar-benar tinggal di tengah laut.

Sebelum memberi diri sebagai Guru di sekolah itu, awalnya aku adalah penikmat game online. Senang berselancar di dunia internet. Adanya akses internet stabil dan cepat, hal itu ibarat "surga" bagi kebebasanku. Internet jembatan memahami banyak hal. Menemukan sesuatu yang segar dan mampu menjadi wadah penyaluran kegelisahan atau bahkan kegembiraan. Menulis blog, membuat website dan main game online, bagian kegemaranku. Melalui internet, segalanya tersalur. Namun, semua itu bak kempis ditelan keadaan. Tempat kerjaku belum memenuhi standar fasilitas yang persis di kampung halamanku.

Jadi, mendengar kata libur. Artinya, aku akan berhenti sejenak dengan dunia kerjaku yang serba "kaku". Dan tentu ada waktu beristirahat dari kondisi keterbatasan itu. Apa lagi, libur kali ini adalah libur panjang. Libur akhir tahun. Libur ini memberi peluang untuk kembali pulang, ke kampung halaman.

Pulang, artinya aku balik kampung halaman. Balik ke tempat yang begitu memahami kegembiraanku. Tempat yang mudah peroleh akses internet. Listrik jauh dari kata sering padam. "Di kampung halamanku, jika lampu padam sedikit saja, langsung demo dimana-mana"  hehe inilah kemerdekaanku. Saatnya ku isi kolam kering ini dengan air kegemaran. 

Libur panjang, puas-puasin blogging dan gaming
Libur kali ini, sangat gembira. Bisa bertemu orang tua, saudara, dan teman-teman sekitar. Dan paling mengasyikan, bisa terkoneksi kembali dengan teman-teman komunitas online. Terlebih khusus, teman-teman pencinta blogger dan game online. 

Ternyata, tak terasa teknologi memang berkebang cepat. Sekarang, teman-temanku tak lagi main game online bergrafik tinggi di komputer PC mereka, Sekarang, banyak game online bergrafik tinggi sudah cukup dimainkan di leptop saja. Memang, dengan leptop, lebih terlihat mudah dibawa dan dimaikan dimana saja. 

"Leptop sekarang sudah makin canggih-canggih yah ?" tanyaku heran kepada salah satu temanku yang lagi asik main Game Point Blank di leptopnya yang keren.

"Oh... Iya lah. Sekarang bukan jaman lagi main di PC. Makanya, jangan kelamaan di perbatasan bro" Jawabnya penuh canda bernuansa merendahkan

"Hehe.. Maklum bro. Tugas negara. Btw, Leptop Apa itu bro ?" Rasa penasaranku makin meninggi

"Ini leptop ASUS, bro" Singkat jawabnya sambil tegang menyelesaikan misi tim biru game poin blanknya.

"Keluaran Baru bro ?" 
"Nggak bro. Kalo mau, ada keluaran barunya, lebih kiler"
"Apa keluaran barunya bro ?" 

 "Bro, langsung cek aja di google. ASUS ZenBook S UX391UA. Di situ lengkap semua yang ingin bro tahu" Tuturnya sembari melempar senyum sebab barusan menang dari pertempuran gamenya.

Diskusi ringan itu tak berlangsung lama, ku akses informasi ASUS ZenBook S UX391UA melalui mesin pencari google. 



Dari hasil penyelidikan di kotak pencarian google, ketemulah situs resmi asus  yang menampakan uraian lengkap Asus Zenbook S UX391UA yang keren itu. Website bisa ditemui di www(dot)asus(dot)com. 

Di sana, ku mulai berkenalan akrab dengan kecanggihannya. Ku pelajari baris-kebaris, semua penjelasan keunggulannya menarik. 

Laptop itu sudah support Operation System  (OS) Windows 10 Home. Processor pun Intel® Core™ i7-8550U processor. 1.8GHz quad-core with Turbo Boost (up to 4.0GHz) and 8MB cache. Wow.. ini spektakuler. 

Ditambah, Graphics Integrated Intel® UHD Graphics 620. Nah, apa lagi yang kurang. Kalo hanya game Point blank, grafik seperti itu terlalu enteng buat leptop ini.

Keseruan main game pun harus ditunjang dengan ukuran layar yang memadai. Leptop ini Displaynya 13.3” LED-backlit Full HD (1920 x 1080) 16:9 glossy screen. 13.3” LED-backlit Full HD (1920 x 1080) 16:9 glossy screen. Yes. Cukup terpuaskan.

Selanjutnya, ku lihat Memory RAMnya. Wih. Mata langsung melotot. Gileks man, RAM 16GB 2133MHz LPDDR3 onboard. Sadis.

Kemudian ku temui ruang simpan datanya, lumayanlah. Storage 
512GB PCIe® SSD. Cukuplah untuk simpan beberapa data game.

Dan tatkala menarik adalah Laptop ASUS Zenbook UX391UA miliki body langsing, tipis.  Ini pas banget buatku. orang yang anti chasing tebal.  Ketebalan ultrabook ini ternyata hanya 12,9 mm. Ringan. 


Bonceng emak, ngaku ASUS ZenBook S UX391UA
Selesai menyerap informasi, entah kenapa, langsung jatuh cinta sama yang namanya Asus ZenBook itu. Ketertarikan itu tambah menguat, ketika meilihat salah satu postingan facebook teman Netizen di Jakarta. Yupz. Mira sahid panggilnya. Emak-emak canggih, eksis dan gesit itu mengklaim dirinya punya kesamaan seperti ASUS ZenBook S UX391UA.



Mira Sahid
"Karena kami sama-sama tangguh, langsing, ringan dan memiliki performa yang diatas rata-rata" Demikian salah satu petikan kalimat dari emak blogger, melalui postinganya di facebook yang berjudul "Untuk Aku, yang kusebut Tangguh"

Membaca itu, pikiran langsung balik ke persitiwa liburan di kota tua. 8 Desember 2018. 

Aku pernah bonceng beberapa emak-emak di sana dengan sepeda. salah satunya emak Mira. 

Jika dikaitkan dengan ASUS ZenBook S UX391UA, peryataan emak Mira menyamakan dirinya cukup masuk akal. Jika Mira dimetaforakan dengan berat Asus, tentu bisa diterima. Sebab, pernah ku bonceng pakai sepeda, serasa tidak ada beban sama sekali. Ia memang kurusan. Persis si pengendara sepeda. wkwk. 


Lagi Bonceng Emak Mira yang ngakunya Asus Zenbook S UX391UA


Niat beli Asus menguat
Postingan Ibu Mira pesonakan ASUS ZenBook S UX391UA. Dan ia pun mengajak, agar berbagi cerita dalam lomba bertemakan "Liburan Asik Dengan Leptop Asus".


Ajakan ini sangat menarik. Tentu pas sekali temanya dengan agenda liburku. Yang juga, saat ini, waktu libur puas-puasin main game.  Selain main game, aku pun melatih diri, menulis cerita di blog ini.  Semuanya ada hubungannya dengan aktifitas libur dengan teknologi. 

Tapi, sayang banget. Libur kali ini masih menggunakan leptop pinjaman. Masih pinjam leptop Asus teman. Kelak, tahun depan. Harus sudah punya. Harus beli satu. Sudah milik sendiri. Ini resolusi tahun 2019. Tahun 2019 beli Asus.

Lihat ulasan dan harga Asus Zenbook UX391 ini, sekitaran 26 juta-an. Wow. lumayan sih. Untuk ukuran gaji Guru saat ini, harga ini sangat terjangkau (khusus bagi guru yang sudah sertifiksai yah) Optimis beli.

Harapan itu kian beri kesempatan tuk miliki laptop Asus Zenbook UX391. Dengan menunliskan cerita ini, siapa tau bisa menang lomba. Wah. jadi hadiah terindah di tahun baru nantinya. 

Semoga, kisah ini bisa berlanjut. Dan Asus Zenbook UX391 bisa mengisi aktifitasku nanti di daerah pedalaman, kelak balik mengabdi sebagai guru daerah perbatasan.

***


Heidi Kristian Repi

Facebook : Heski Hendom
IG : @heskihendom
Email : tianrepi@gmail.com
Youtube : Heski hendom Vlog
Website : Heski hendom

Kenal lebih dekat, klik ini








Manado IT

Merekam Jejak agar terdeteksi generasi masa depan

1 komentar:

  1. Akan selalu kagum untuk seseorang yang meniatkan diri untuk berbagi, mencerdaskan orang lain, dan transfer ilmu.

    Salut Kang...

    BalasHapus