Antara ruang kerja dan ruang Rumah, punya tuntutan yang sama

Iklan Semua Halaman

Antara ruang kerja dan ruang Rumah, punya tuntutan yang sama

Rabu, 01 Maret 2017

Ruang Kerja Kepala Sekolah SMK Nusantara Manado
Pukul 19.30, hari ini, sendiri di ruang kerjaku. Ku duduk bersila kaki di kursi berbusa. Di depan mata ada Meja kaca, dipenuhi lapisan tumpukan kertas, beragam isinya. Buku induk guru dan siswa, program kerja sekolah dan lembar2 permintaan tanda tangan Surat kerja sama. Dan tersenyum satu perangkat kerja canggih, duduk di sana. Siap di sentuh kapan saja. 

Pandang lebih jauh, tergantung papan misi di dinding berwarna oranye. Tabel prestasi, target tahunan, dan grafik capaian, melekat di sana. Mereka semua hasil pemikiran dari hari ke hari. Bahkan sudah ada susunan lembar prediksi hari setelah ini.

Menenangkan diri di tempat ini, lain lagi hasilnya. Antara merasa hebat, ragu, dan tumpukan tanggung jawab, bercampur aduk. Mengelilingi isi pikiran saat ini. 

Bisikan motivasi dan suara realitas proses, beradu pendapat. Masing- masing punya dasar. Tarik menarik antara kata bisa dan tidak bisa. Resiko dan tidak resiko. Mundur atau maju. Bersabar atau segera mengambil keputusan berbeda.

Ini dialog hati. Mereka sengaja diundang untuk berdiskusi. Memilih, mana yang jadi landasan Diri, Tuk melangkah di hari esok nanti. 

***

Lain lagi jika merenung diri di bawah teras Rumah. Undur kebelakang. Yang dilihat adalah lemari makan, setiap hari minta di isi. Lemari pakaian pun tak kalah meminta jatah. Manusia2 didalamnya pun meminta haknya. Ingin dimanja, dicinta, dijaga, dan memenuhi kebutuhannya. 

Kebutuhan untuk hidup. Peroleh pendidikan. Peroleh pengakuan dan peroleh kemandirian. 

Jika semua tuntutan di satukan, maka kaki diminta melangkah. Pikiran diatur rapi. Polah hidup harus dijaga. Dan emosi pun harus terjaga. 

Maka, tak heran manusia butuh tuntunan. Saling pengertian, bahkan saling gandeng tangan. Merasa rancu jika hal itu mampu terpecahkan hanya dalam satu keputusan pikiran. Bukankah butuh dorongan ?

Siapa pendorongnya ? Tentu berawal dari Diri sendiri. Indah pula jika satu keluarga turut peduli akan tujuannya. 

***

Apakah dua dimensi pikiran itu ada keterkaitan ? 

Antara ruang kerja dan ruang Rumah, punya tuntutan yang sama. 

Sukses kerja, sukses Rumah tangga. Harusnya.

Berdoa, semua terjamah. Amin. ..

(HSQ).

(Rabu, 1/3/2017)